Kamis, 09 Juli 2015

[070] Al Ma'aarij Ayat 013

««•»»
Surah Al Ma'aarij 13

وَفَصيلَتِهِ الَّتي تُؤويهِ
««•»»
wafashiilatihi allatii tu/wiihi
««•»»
Dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia).
««•»»
his kin which had sheltered him
««•»»

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir mengharapkan pada hari itu agar terlepas dari azab yang mereka derita itu dengan menebus diri dengan anak-anak yang mereka banggakan, dengan istri-istri yang mereka cintai, dengan saudara-saudata mereka yang biasa membantu selama hidup di dunia, dengan kaum mereka yang selalu membantu dan melindungi mereka dan dengan semua man usia yang ada di muka bumi. Karena demikianlah yang biasa mereka lakukan di dunia; menolong teman, keluarga dan anak-anak mereka wa1aupun teman keluarga dan anak mereka itu melakukan perbuatan jahat dan zalim.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan kaum familinya) atau famili-familinya, mereka dinamakan fashiilah karena orang yang bersangkutan terpisah hubungannya dengan mereka (yang melindunginya) yang pernah mengasuhnya.
««•»»
and his kin, his clan ([expressed as fasīla] because he is a [detached] part [fasl] of it) that had sheltered him, embraced him,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 12][AYAT 14]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
13of44
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=70&tAyahNo=13&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#70:13

[070] Al Ma'aarij Ayat 012

««•»»
Surah Al Ma'aarij 12

وَصاحِبَتِهِ وَأَخيهِ
««•»»
washaahibatihi wa-akhiihi
««•»»
Dan isterinya dan saudaranya,
««•»»
his spouse and his brother,
««•»»

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir mengharapkan pada hari itu agar terlepas dari azab yang mereka derita itu dengan menebus diri dengan anak-anak yang mereka banggakan, dengan istri-istri yang mereka cintai, dengan saudara-saudata mereka yang biasa membantu selama hidup di dunia, dengan kaum mereka yang selalu membantu dan melindungi mereka dan dengan semua man usia yang ada di muka bumi. Karena demikianlah yang biasa mereka lakukan di dunia; menolong teman, keluarga dan anak-anak mereka wa1aupun teman keluarga dan anak mereka itu melakukan perbuatan jahat dan zalim.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan istrinya) atau teman hidupnya (dan saudaranya.)
««•»»
and his companion, his wife, and his brother,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 11][AYAT 13]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
12of44
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://al-quran.info/#70:12

[070] Al Ma'aarij Ayat 011

««•»»
Surah Al Ma'aarij 11

يُبَصَّرونَهُم ۚ يَوَدُّ المُجرِمُ لَو يَفتَدي مِن عَذابِ يَومِئِذٍ بِبَنيهِ
««•»»
yubashsharuunahum yawaddu almujrimu law yaftadii min 'adzaabi yawmi-idzin bibaniihi
««•»»
Sedang mereka saling memandang. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya,
««•»»
[though] they will be placed within each other’s sight. The guilty one will wish he could ransom himself from the punishment of that day at the price of his children,
««•»»

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir mengharapkan pada hari itu agar terlepas dari azab yang mereka derita itu dengan menebus diri dengan anak-anak yang mereka banggakan, dengan istri-istri yang mereka cintai, dengan saudara-saudata mereka yang biasa membantu selama hidup di dunia, dengan kaum mereka yang selalu membantu dan melindungi mereka dan dengan semua man usia yang ada di muka bumi. Karena demikianlah yang biasa mereka lakukan di dunia; menolong teman, keluarga dan anak-anak mereka wa1aupun teman keluarga dan anak mereka itu melakukan perbuatan jahat dan zalim.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sedangkan mereka saling melihat) sebagian teman-teman akrab itu saling melihat kepada sebagian yang lain, dan mereka saling mengenal antara yang satu dengan yang lainnya akan tetapi mereka tiada berkata barang sepatah pun. Jumlah ayat ini merupakan kalimat baru atau jumlah isti'naf. (Orang kafir ingin) ia berharap (kalau sekiranya) lafal lau di sini bermakna an, yakni bahwasanya (dia dapat menebus dirinya dari azab hari itu) dapat dibaca yaumi'idzin dan yauma'idzin (dengan anak-anaknya.)
««•»»
They will [however] be made to see them, that is, friends will catch sight of one another, recognising one another but refraining from speaking [to one another] (the sentence [yubassarūnahum] is a new [independent] one). The guilty one will desire, the disbeliever will yearn, to ransom himself from the chastisement of that day (read [min ‘adhābi] yawmi’dhin or [min ‘adhābin] yawma’idhin) at the price of his children,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 10][AYAT 12]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
11of44
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=70&tAyahNo=11&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#70:11

[070] Al Ma'aarij Ayat 010

««•»»
Surah Al Ma'aarij 10

وَلَا يَسْأَلُ حَمِيمٌ حَمِيمًا
««•»»
walaa yas-alu hamiimun hamiimaan
««•»»
Dan tidak ada seorang teman akrabpun menanyakan temannya,
««•»»
and no friend will inquire about [the welfare of his] friend,
««•»»

Dalam ayat ini, diterangkan kebingunan dan penderitaan yang dihadapi manusia waktu itu. Masing-masing tidak dapat menolong orang lain. Tidak seorang pun teman akrab yang menanyakan temannya, sedangkan mereka melihat dan mengetahui penderitaan temannya itu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan tidak ada seorang teman akrab pun menanyakan temannya) tiada karib kerabat yang menanyakan kerabatnya, karena pada hari itu masing-masing orang disibukkan oleh keadaannya sendiri.
««•»»
And no friend will inquire about his friend, [no] relative [will inquire] about his relative, each being preoccupied with his own predicament.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 9][AYAT 11]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of44
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=70&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#70:10

[070] Al Ma'aarij Ayat 009

««•»»
Surah Al Ma'aarij 9

وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ
««•»»
watakuunu aljibaalu kaal'ihni
««•»»
Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang berterbangan),
««•»»
and the mountains like [tufts of] dyed wool,
««•»»

Pada saat gunung-gunung hancur bertaburan, seakan-akan bulu-bulu burung yang sedang beterbangan karena hembusan angin.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu) maksudnya bagaikan bulu domba ringannya, terbawa terbang oleh angin.
««•»»
and the mountains will be as flakes of wool, in terms of [their] lightness and [their] floating about in the wind.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 8][AYAT 10]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of44
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=70&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#70:9

[070] Al Ma'aarij Ayat 008

««•»»
Surah Al Ma'aarij 8

يَوْمَ تَكُونُ السَّمَاءُ كَالْمُهْلِ
««•»»
yawma takuunu alssamaau kaalmuhli
««•»»
Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak,
««•»»
The day when the sky will be like molten copper,
««•»»

Allah SWT menerangkan saat-saat kedatangan azab itu serta keadaan manusia waktu itu. Azab tu datang kepada orang-orang kafir pada waktu langit hancur luluh, seperti luluhan perak yang mencair karena dipanaskan

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Pada hari ketika langit) lafal ayat ini bertaalluq kepada lafal yang tidak disebutkan, yaitu azab itu terjadi pada hari ketika langit (menjadi seperti luluhan perak) seperti leburan perak.
««•»»
The day when the heaven will be (yawma takūnu’l-samā’u is semantically connected to an omitted clause, implicitly taken to be yaqa‘u, ‘it will take place’) as molten silver,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of44
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=70&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#70:8

[070] Al Ma'aarij Ayat 007

««•»»
Surah Al Ma'aarij 7

وَنَرَاهُ قَرِيبًا
««•»»
wanaraahu qariibaan
««•»»
Sedangkan Kami memandangnya dekat (mungkin terjadi).
««•»»
and We see it to be near.
««•»»

Sedang itu pasti terjadi, karena Dia-lah yang menentukan segala suatu. Tidak ada sesuatu pun yang sukar bagi Allah. Jika Dia menghendaki terjadinya maka sesuatu itu akan terjadi pada saat dikehendaki-Nya. Tidak ada sesuatu pun yang dapat melawan kehendaknya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sedangkan Kami memandangnya dekat) pasti terjadi.
««•»»
while We see it [to be] near, taking place without a doubt.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of44
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=70&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#70:7

[070] Al Ma'aarij Ayat 006

««•»»
Surah Al Ma'aarij 6

إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيدًا
««•»»
innahum yarawnahu ba'iidaan
««•»»
Sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu jauh (mustahil).
««•»»
Indeed they see it to be far off,
««•»»

Orang-orang musyrik memandang bahwa azab itu mustahil terjadi, karena mereka terpedaya kepada kesenangan dunia yang sifatnya sementara, dan karena ilmu mereka amat Sedikit serta tidak mengindahkan petunjuk Allah.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya mereka memandangnya) memandang azab itu (jauh) artinya mustahil akan terjadi.
««•»»
Lo! they see it, that is, the chastisement, as [being] far off, as never taking place;
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 5][AYAT 7]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of44
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=70&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#70:6

[070] Al Ma'aarij Ayat 005

««•»»
Surah Al Ma'aarij 5

فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلًا
««•»»
faishbir shabran jamiilaan
««•»»
Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.
««•»»
So be patient, with a patience that is graceful.
««•»»

Dalam ayat ini, Allah SWT. memerintahkan agar Rasulullah saw. bersabar terhadap sikap orang-orang musyrik itu yang selalu memperolok-oloknya. Hendaklah bersabar, jangan sekali-kali merasa gelisah oleh sikap mereka itu karena urusan azab itu adalah urusan Allah dan Allah-lah yang mengetahui kapan azab itu akan ditimpakan kepada mereka.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka bersabarlah kamu) ayat ini diturunkan sebelum ada perintah berperang (dengan sabar yang baik) sabar yang tidak disertai dengan gelisah.
««•»»
So be patient — this was [revealed] before he [the Prophet] was commanded to fight — with a graceful patience, that is, one in which there is no anguish.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of44
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=70&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#70:5

[070] Al Ma'aarij Ayat 004

««•»»
Surah Al Ma'aarij 4

تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
««•»»
ta'ruju almalaa-ikatu waalrruuhu ilayhi fii yawmin kaana miqdaaruhu khamsiina alfa sanatin
««•»»
Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun {1511}.
{1511} Maksudnya: malaikat-malaikat dan Jibril jika menghadap Tuhan memakan waktu satu hari. apabila dilakukan oleh manusia, memakan waktu limapuluh ribu tahun.
««•»»
The angels and the Spirit ascend to Him in a day whose span is fifty thousand years.
««•»»

Ayat-ayat ini menerangkan bahwa malaikat-malaikat dan Jibril menghadap Allah memakan waktu yang sangat singkat dan jika dilakukan manusia akan memakan waktu lima puluh ribu tahun.

Perkataan 50.000 tahun yang disebutkan dalam ayat ini bukanlah bilangan yang sebenarnya, tetapi untuk menerangkan bahwa Arasy Allah itu sangat jauh dan tinggi, tidak akan dapat dicapai oleh hamba-hamba-Nya yang manapun. Di sini ada beberapa makhluk Tuhan yang lain yang berbeda-beda tingkat dan kemampuannya.

Dalam firman Allah yang lain, diterangkan bahwa Dia mengatur urusan dari langit ke bumi dalam suatu saat yang kadarnya sama dengan seribu tahun menurut perhitungan manusia.

Allah SWT berfirman:
يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ
Dia mengatur urusan dari langit ke bumi kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.
(QS. As Sajdah [32]:5)

Sebenarnya persoalan berapa lama umur dunia ini, berapa lama waktu yang diperlukan malaikat naik kepada Allah kemudian turun kembali ke dunia ini melaksanakan perintah-perintah-Nya, termasuk perkara gaib; hanya Allah saja yang mengetahui dengan pasti. Bagi kita sebagai hamba Allah, cukup percaya bahwa ada azab Allah yang akan ditimpakan kepada orang-orang kafir pada Hari Kiamat

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Naiklah) dapat dibaca ta`ruju dan ya`ruju (malaikat-malaikat dan Jibril) Malaikat Jibril (kepada-Nya) kepada tempat turun bagi perintah-Nya di langit (dalam sehari) lafal fii yaumin bertaalluq kepada lafal yang tidak disebutkan, azab menimpa orang-orang kafir pada hari kiamat (yang kadarnya lima puluh ribu tahun) ini menurut apa yang dirasakan oleh orang kafir, karena penderitaan dan kesengsaraan yang mereka temui di hari itu. Adapun orang yang beriman merasakan hal itu amat pendek, bahkan lebih pendek daripada satu kali salat fardu yang dilakukan sewaktu di dunia. Demikianlah menurut keterangan yang disebutkan di dalam hadis.
««•»»
To Him, to the place in the heaven to which His command descends, ascend (read [feminine person] ta‘ruju or [masculine person] ya‘ruju) the angels and the Spirit, Gabriel, in a day (fī yawmin is semantically connected to an omitted clause, that is to say, ‘[in a day] in which the chastisement befalls them’, on the Day of Resurrection) whose span is fifty thousand years, from the perspective of the disbeliever, on account of the calamities he will encounter in it — but as for the believer, it [the mentioned day] will be easier for him than an obligatory prayer which he performs in this world, as stated in hadīth.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of44
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=70&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#70:4

[070] Al Ma'aarij Ayat 003

««•»»
Surah Al Ma'aarij 3

مِنَ اللَّهِ ذِي المَعارِجِ
««•»»
mina allaahi dzii alma'aariji
««•»»
(yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik.
««•»»
from Allah, Lord of the lofty stations.
««•»»

Diterangkan bahwa azab itu datang dari Allah pada waktu yang ditentukan-Nya, dan jika datang tidak seorangpun yang dapat menolaknya. Yang dimaksud dengan perkataan "zil ma'arij" (mempunyai tangga), dalam ayat ini, yaitu azab itu datang dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Sempurna, tidak ada sifat kekurangan sedikitpun pada-Nya dan kedatangan azab itu semata-mata atas kehendak dan keputusan-Nya, bukan berdasarkan permintaan makhluk-Nya, seperti yang dilakukan oleh An-Nadar bin Haris itu.

Dari ayat ini dipahami bahwa seakan-akan orang-orang musyrik itu tidak mengetahui kemuliaan dan kebesaran Allah SWT. Seakan-akan kepada Allah SWT. dapat dimintakan seluruh kehendak dan keinginan mereka, sebagaimana yang mereka lakukan terhadap berhala-berhala, mereka meminta segala sesuatu yang mereka inginkan.


««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yang datang dari Allah) lafal minallaah ini berkaitan erat dengan lafal Waaqi' yang ada di akhir ayat pertama (yang mempunyai tempat-tempat naik) tempat-tempat naik bagi para malaikat, yaitu langit.
««•»»
from God (mina’Llāhi is semantically connected to wāqi‘in, ‘impending’), Lord of the Ascensions, the ascension routes of the angels, which are the heavens.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of44
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=70&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#70:3

[070] Al Ma'aarij Ayat 002

««•»»
Surah Al Ma'aarij 2

لِلْكَافِرِينَ لَيْسَ لَهُ دَافِعٌ
««•»»
lilkaafiriina laysa lahu daafi'un
««•»»
Orang-orang kafir, yang tidak seorangpun dapat menolaknya,
««•»»
—which none can avert from the faithless—
[1]
 [1] Or ‘bound to befall the faithless—which none can avert—from Allah…’
««•»»

Diriwayatkan bahwa An-Nadar bin Haris, seorang musyrik telah memperolok-olok Nabi Muhammad SAW, agar Allah SWT. segera menimpakan azab kepada mereka, sebagaimana telah diancamkan itu. Permintaan itu disebutkan dalam firman Allah surah ke-8 (Al Anfal) ayat 32. Maka turunlah ayat ini yang menyatakan bahwa azab yang dijanjikan itu pasti datang dan kedatangan azab itu tidak dapat ditangguhkan atau ditolak oleh siapapun. Ayat-ayat ini menerangkan bahwa orang-orang musyrik Mekah seperti An Nadar bin Haris meminta kepada Nabi Muhammad agar segera menimpakan azab yang telah dijanjikan itu kepada mereka, seandainya ancaman itu adalah ancaman yang benar-benar berasal dari Allah SWT; dan seandainya Muhammad itu benar-benar seorang Rasul yang diutus Allah.

Permintaan itu dijawab oleh ayat ini dengan menyatakan bahwa azab yang dijanjikan itu pasti menimpa orang-orang kafir baik diminta atau tidak diminta. Karena telah menjadi sunatullah bahwa azab itu pasti ditimpakan kepada setiap orang-orang kafir.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Untuk orang-orang kafir, yang tidak seorang pun dapat menolaknya) dia adalah Nadhr bin Haris, ia mengatakan di dalam permintaannya, sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya, "Ya Allah, jika betul (Alquran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau..."
(QS. Al Anfaal [8]:32)

««•»»
— which in the case of the disbelievers none can avert: this was al-Nadr b. al-Hārith who said, ‘O God, if this be indeed the truth from You … [then rain down upon us stones from the heaven’ [Q. 8:32],

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Bukhari dan Imam Tirmizi serta lain-lainnya, semuanya mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. Ibnu Abbas r.a. menceritakan, bahwa Rasulullah saw. belum pernah membacakan Al Quran secara langsung kepada jin dan belum pernah pula beliau melihat mereka. Akan tetapi pada suatu hari Rasulullah saw. berangkat bersama serombongan sahabat-sahabat dengan tujuan pasar Ukazh.


Pada masa itu berita langit sudah ditutup rapat-rapat di muka setan; antara langit dan setan sudah terhalang oleh panah-panah berapi yang ditugaskan untuk menjaga langit. Akhirnya setan-setan (jin-jin) itu kembali kepada kaumnya. Lalu mereka berkata, "Tiada lain hal ini (penghalang langit ini) kecuali karena ada sesuatu yang telah terjadi. Maka pergilah kalian ke arah timur dan arah barat dari bumi ini, kemudian perhatikan oleh kalian apa yang menjadi penyebab adanya hal ini. Sekarang berangkatlah kalian."

Segolongan jin yang ditugaskan untuk memeriksa daerah Tihamah berangkat, lalu mereka bertemu dengan Rasulullah saw. yang pada saat itu sedang berada di lembah Nakhlah. Pada saat itu Rasulullah saw. sedang mengerjakan salat dengan para sahabat, yakni salat Subuh. Sewaktu mereka mendengar bacaan Alquran, lalu mereka mendengarkan bacaan Alquran Rasulullah dengan sungguh-sungguh. Lalu mereka berkata, "Ini, demi Allah, adalah yang menghalang-halangi kalian untuk sampai kepada berita langit."

Setelah itu mereka kembali kepada kaumnya; setelah mereka datang lalu mereka berkata, "Hai kaum kami! Sesungguhnya kami telah mendengarkan bacaan Alquran yang menakjubkan." Maka pada saat itu Allah menurunkan firman-Nya, "Katakanlah (hai Muhammad)! Telah diwahyukan kepadaku...'"
(QS. Al Jin [72]:1)

Sesungguhnya kepada Rasulullah saw. hanya diwahyukan tentang perkataan atau pembicaraan jin. Imam Ibnu Jauzi di dalam kitabnya yang berjudul Shafwatush Shafwah mengetengahkan sebuah hadis berikut sanadnya melalui Sahl bin Abdullah. Sahl bin Abdullah menceritakan,

"Pada suatu hari aku berada di salah satu kawasan tempat kaum Ad. Tiba-tiba aku melihat suatu kota yang terbuat dari batu yang dilubangi. Di dalam lubang itu yakni di tengah-tengahnya terdapat sebuah gedung yang dijadikan tempat tinggal para jin. Lalu aku memasukinya, maka tiba-tiba aku bersua dengan seorang yang sudah lanjut usianya lagi sangat besar bentuknya; ia sedang mengerjakan salat menghadap ke arah Kakbah. Orang tua atau syekh jin itu memakai jubah dari bulu yang dianyam dengan sangat indahnya. Ketakjubanku terhadap keindahan jubah yang dipakainya melebihi ketakjubanku kepada bentuk tubuhnya yang sangat besar itu. Kemudian aku mengucapkan salam kepadanya, dan ia pun menjawab salamku, lalu ia berkata, "Hai Sahl! Sesungguhnya badan atau jasad ini tidak dapat merusak atau melapukkan pakaian, akan tetapi sesungguhnya yang merusakkan pakaian itu adalah bau dosa-dosa dan makanan-makanan yang diharamkan. Dan sesungguhnya jubah yang aku pakai ini, tetap aku pakai sejak tujuh ratus tahun yang silam. Dengan memakai baju ini pula aku bertemu dengan Nabi Isa dan Nabi Muhammad saw. Lalu aku beriman kepada keduanya." Aku bertanya, "Siapakah Anda?" Ia menjawab, "Aku adalah termasuk jin-jin yang ayat ini diturunkan berkenaan dengan mereka," yaitu firman-Nya, "Katakanlah (hai Muhammad)! Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Alquran)..."
(QS. Al Jin [72]:1)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 1][AYAT 3]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of44
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=70&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#70:2