««•»»
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
««•»»
bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
««•»»
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
««•»»
In the Name of Allah, the All-beneficent, the All-merciful.
««•»»
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
««•»»
bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
««•»»
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
««•»»
In the Name of Allah, the All-beneficent, the All-merciful.
««•»»
Surah Al Ma'aarij 1
سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ
««•»»
sa-ala saa-ilun bi'adzaabin waaqi'in
««•»»
Seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa,
««•»»
An asker asked for a punishment bound to befall
««•»»
Diriwayatkan bahwa An-Nadar bin Haris, seorang musyrik telah memperolok-olok Nabi Muhammad SAW, agar Allah SWT. segera menimpakan azab kepada mereka, sebagaimana telah diancamkan itu. Permintaan itu disebutkan dalam firman Allah surah ke-8 (Al Anfal) ayat 32. Maka turunlah ayat ini yang menyatakan bahwa azab yang dijanjikan itu pasti datang dan kedatangan azab itu tidak dapat ditangguhkan atau ditolak oleh siapapun. Ayat-ayat ini menerangkan bahwa orang-orang musyrik Mekah seperti An Nadar bin Haris meminta kepada Nabi Muhammad agar segera menimpakan azab yang telah dijanjikan itu kepada mereka, seandainya ancaman itu adalah ancaman yang benar-benar berasal dari Allah SWT; dan seandainya Muhammad itu benar-benar seorang Rasul yang diutus Allah.
Permintaan itu dijawab oleh ayat ini dengan menyatakan bahwa azab yang dijanjikan itu pasti menimpa orang-orang kafir baik diminta atau tidak diminta. Karena telah menjadi sunatullah bahwa azab itu pasti ditimpakan kepada setiap orang-orang kafir.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Seseorang telah meminta) yakni berdoa meminta (kedatangan azab yang akan menimpa.)
««•»»
A petitioner petitioned, a supplicator supplicated [for], an impending chastisement
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Imam Ibnu Munzir mengetengahkan sebuah hadis melalui Hasan yang menceritakan, bahwa ayat ini, yaitu firman-Nya, "Seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa."
(QS. Al Ma'aarij [70]:1)
Orang-orang (yakni para sahabat) mengatakan, "Kepada siapakah azab itu akan menimpa?"
Maka kembali Allah menurunkan firman-Nya yang lain yaitu,
"..akan menimpa orang-orang kafir yang tidak seorang pun dapat menolaknya."
(QS. Al Ma'aarij [70]:2)
سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ
««•»»
sa-ala saa-ilun bi'adzaabin waaqi'in
««•»»
Seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa,
««•»»
An asker asked for a punishment bound to befall
««•»»
Diriwayatkan bahwa An-Nadar bin Haris, seorang musyrik telah memperolok-olok Nabi Muhammad SAW, agar Allah SWT. segera menimpakan azab kepada mereka, sebagaimana telah diancamkan itu. Permintaan itu disebutkan dalam firman Allah surah ke-8 (Al Anfal) ayat 32. Maka turunlah ayat ini yang menyatakan bahwa azab yang dijanjikan itu pasti datang dan kedatangan azab itu tidak dapat ditangguhkan atau ditolak oleh siapapun. Ayat-ayat ini menerangkan bahwa orang-orang musyrik Mekah seperti An Nadar bin Haris meminta kepada Nabi Muhammad agar segera menimpakan azab yang telah dijanjikan itu kepada mereka, seandainya ancaman itu adalah ancaman yang benar-benar berasal dari Allah SWT; dan seandainya Muhammad itu benar-benar seorang Rasul yang diutus Allah.
Permintaan itu dijawab oleh ayat ini dengan menyatakan bahwa azab yang dijanjikan itu pasti menimpa orang-orang kafir baik diminta atau tidak diminta. Karena telah menjadi sunatullah bahwa azab itu pasti ditimpakan kepada setiap orang-orang kafir.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Seseorang telah meminta) yakni berdoa meminta (kedatangan azab yang akan menimpa.)
««•»»
A petitioner petitioned, a supplicator supplicated [for], an impending chastisement
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Imam Ibnu Munzir mengetengahkan sebuah hadis melalui Hasan yang menceritakan, bahwa ayat ini, yaitu firman-Nya, "Seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa."
(QS. Al Ma'aarij [70]:1)
Orang-orang (yakni para sahabat) mengatakan, "Kepada siapakah azab itu akan menimpa?"
Maka kembali Allah menurunkan firman-Nya yang lain yaitu,
"..akan menimpa orang-orang kafir yang tidak seorang pun dapat menolaknya."
(QS. Al Ma'aarij [70]:2)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 2]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of44
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=70&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#70:1
•[AYAT 2]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of44
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=70&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#70:1


Tidak ada komentar:
Posting Komentar